Ads 468x60px

Jumat, 23 Desember 2011

5 Syarat Bermaksiat dalam Islam

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Kalau Kita mau bermaksiat ada syaratnya ini dia yang akan kita bahas saat ini.

Suatu
hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata,
"Wahai Ana Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku
nasihat." Setelah mendengar perkataan terserbut Ibrahim berkata, "Jika
kamu mau menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh
saja kamu melakukan maksiat." Lelaki itu dengan penasaran bertanya,"Apa
saja syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?"


Senin, 19 Desember 2011

Budayakan Malu sebagai Akhlak Islam


عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍٍ اْلأَنْصَاريِ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((إِنَّ مِـمَّـا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى : إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ ؛ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ)). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’”

Hadits ini shahîh diriwayatkan oleh: Al-Bukhâri (no. 3483, 3484, 6120), Ahmad (IV/121, 122, V/273), Abû Dâwud (no. 4797), Ibnu Mâjah (no. 4183), ath-Thabrâni dalam al-Mu’jâmul Ausath (no. 2332), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyâ' (IV/411, VIII/129), al-Baihaqi (X/192), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 3597), ath-Thayâlisi (no. 655), dan Ibnu Hibbân (no. 606-at-Ta’lîqâtul Hisân).

PENJELASAN HADÎTS

A. Pengertian Malu
Malu adalah satu kata yang mencakup perbuatan menjauhi segala apa yang dibenci.[Lihat Raudhatul ‘Uqalâ wa Nuzhatul Fudhalâ' (hal. 53)]
Malu secara istilah ialah bahwa akhlak (perangai) yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk dan tercela, sehingga mampu menghalangi seseorang dari melakukan dosa dan maksiat serta mencegah sikap melalaikan hak orang lain.[Lihat al-Haya' fî Dhau-il Qur-ânil Karîm wal Ahâdîts ash-Shahîhah (hal. 9).]

B. Keutamaan Malu

1). Malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.

Minggu, 18 Desember 2011

Obat menghilangkan 10 dosa besar

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sekarang kita melanjutkan dari 10 dosa besar dan apa obatnya yang akan kita bahas saat ini. Seberat dan sebasar apapun dosa kita, Allah Subhanahuwataala akan mencurahkan kasih sayang-Nya dengan mengampuni hamba-hamba-Nya yang ingin bertabut yang jatuh dalam kubangan dosa.
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai waktu yang ditentukan..........." ( QS Hud:3).



Obatnya adalah

  • TAUBAT NASUHA yaitu taubat yang jujur dan murni dari hati yang terdalam, dan menyesali dosa yang telah diperbuat, lalu bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Jika ia mengambil harta orang lain maka kembalikanlah dan jika ia menyakiti hati orang lain maka segeralah untuk meminta maaf. 
  • Membaca Al-Qur'an dan Hadist-hadist tentang targhib wa tarhib ( anjuran untuk melakukan kebaikan dan ancaman melakukan keburukan ). Agar dapat mengigat akhirat yang abadi dan kekal.
  • Bergaul dengan orang saleh.
  • Berdo'a meminta ampunan kepada Allah.
  • Perbanyak melakukan amal saleh.
Sekarang ini kita masih diberi kesempatan hidup janganlah sia-siakan hidup ini dan jangan memandang remeh akan perbuatan dosa. Sebab dosa, adalah penyebab kita akan mendapatkan murka dan siksa Allah Subhanahuwataala.
" Bagi orang mukmin melihat dosa-dosanya itu seolah-olah ia duduk di bawah gunung dimana ia merasa takut gunung itu akan menimpanya, sedangkan bagi orang fajir, melihat dosa-dosanya itu bagaikan lalat yang lewat di atas hidungnya". ( HR Bukhari 4:99).


Sekian posting ini saya sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi saya serta pengunjung sekalian.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.



Sabtu, 17 Desember 2011

10 Dosa Besar yang Menakutkan

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sekarang saya akan membagikan betapa bahayanya dosa-dosa besar ini pada kehidupan kita.














 Maka langsung saja kita bahas:


1. Syirik
2. Sholat belum sempurna. Antara lain: belum tepat waktu (khusus pria yang belum  berjama’ah di mesjid), Tidak mau atau jarang mengamalkan sholat sunnah (Rawatib/Qobliyah&b`a’diyah, qiyamulLail/Tahajud, dhuha, dll.)
*Ust.Yusuf Mansur pernah bilang, "Sholat seperti terbang menuju ALLAH. Sholat sunnah adalah sayapnya. Jika hanya melakukan sholat fardhu saja, bagaikan terbang tanpa sayap".*
3. Durhaka (termasuk tidak pernah mendo’akan orang tua tiap usai sholat).
4. Berbuat zina
5. Rizqy yang haram
6. Berjudi
7. Meminum Khamr
8. Tidak pernah silaturahmi
9. Kikir
10.Ghibah

Bersambung(Obat menghilangkan 10 dosa besar).

Ini merupakan sebuah peringatan buat saya dan kalian semua untuk berhati-hati terhadap 10 dosa besar tersebut. Mudah-mudahan posting ini dapat bermanfaat 

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 17 Juni 2011

Adab Menuntut Ilmu


Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.
Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah:
1. Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala

Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah kerena Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya :
"Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat".( HR: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu Majah

Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya ) bukan karena ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.

Selasa, 14 Juni 2011

5 Perusak Hati

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib.

Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada
lima perkara, 'bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.'

Bergaul dengan banyak kalangan

Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.

Dalam tataran riel, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya out put semacam ini, karena motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Karena itu, kelak di akhirat, banyak yang menyesal berat karena salah pergaulan. Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67).

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong." (Al-Ankabut: 25).

Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka saling mencintai dan saling membantu jika ada hasil duniawi yang diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling membenci dan melaknat.

Karena itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan ridha Allah.

Pemberitahuan

Don`t Forget Follow And Comment